Psikologi dakwah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Era Apriani

Kelas : KPI 3C

Mk : psikologi dakwah


Kali ini saya akan membuat sedikit resume tentang psikologi dakwah Pengertian dan tujuan psikologi dakwah serta hubungan psikologi dakwah dengan komunikasi penyiaran Islam.

1. Pengertian psikologi dakwah

=> Dalam lapangan ilmu pengetahuan, psikologi merupakan salah satu pengetahuan yang tergolong dalam “empirical science” yaitu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman manusia. Walaupun pada perkembangannya bersumber pada filsafat yang bersifat spekulatif.

Dengan demikian, psikologi dakwah adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang merupakan gambaran dari kejiwaannya guna diarahkan kepada iman takwa kepada Allah Swt. Bila disederhanakan bisa juga dengan pengertian, dakwah dengan pendekatan kejiwaan.

Pengertian dari Psikologi Dakwah yaitu psikologi dan ilmu dakwah. Pengetahuan tentang Ilmu Jiwa atau Psikologi diperlukan karena Psikologi Dakwah memang merupakan bagian dari Psikologi, yakni Psikologi Terapan. Ilmu Dakwah juga sangat relevan karena Psikologi Dakwah ini adalah ilmu bantu bagi kegiatan dakwah. Boleh jadi pengguna ilmu ini adalah dai yang psikolog yang suka berdakwah.

Di sisi lain secara sederhana psikologi juga sering disebut sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang merupakan gejala dari jiwanya. Sedangkan pengertian atau definisi yang lebih terperinci menyebutkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku lahiriah manusia dengan menggunakan metode observasi secara obyektif, seperti terhadap rangsang (stimulus) dan jawaban (respon) yang menimbulkan tingkah laku.



2. Tujuan dan Manfaat Mempelajari Psikologi Dakwah

Pada proses dakwah yang bermaksud untuk mengubah sikap kejiwaan seorang mad’u, maka pengetahuan tentang psikologi dakwah menjadi sesuatu yang sangat penting. Jika dilihat dari segi psikologi, bahwa dakwah dalam prosesnya dipandang sebagai pembawa perubahan, atau suatu proses. Dari segi dakwah, psikologi banyak memberi jalan pada tujuan dakwah pemilihan materi dan penetapan metodenya. Bagi seorang da’i dengan mempelajari metode psikologi dapat memungkinkan mengenal berbagai aspek atau prinsip yang dapat menolongnya dalam meneliti tingkah laku manusia dengan lebih kritis dan juga dapat memberikan kepadanya pengertian yang lebih mendalam tentang tingkah laku. Psikologi memberikan jalan bagaimana menyampaikan materi dan menetapkan metode dakwah kepada individu manusia yang merupakan makhluk yang berjiwa dan memiliki kepribadian.

Tujuan psikologi dakwah adalah membantu dan memberikan pandangan kepada para da’I tentang pola dan tingkah laku para mad’u dan hal-hal yang mempengaruhi tingkah laku tersebut yang berkaitan dengan aspek kejiwaan (psikis) sehingga mempermudah para da’I untuk mengajak mereka kepada apa yang dikehendaki oleh ajaran islam.

Tujuan lain dari psikologi dakwah adalah memberikan pandangan tentang mungkinnya dilakukan perubahan tingkah laku atau sikap mental psikologis sasaran dakwah atau penerangan agama sesuai dengan pola (pattern) kehidupan yang dikehendaki oleh ajaran agama yang didakwahkan (diserukan) oleh aparat dakwah atau penerangan agama itu.

Dengan demikian maka psikologi dakwah mempunyai titik perhatian kepada pengetahuan tentang tingkah laku manusia. Pengetahuan ini mengajak kita kepada usaha mendalami dan memahami segala tingkah laku manusia dalam lapangan hidupnya melalui latar belakang kehidupan psikologis. Tingkah laku manusia adalah merupakan gejala dari keadaan psikologis yang terlahirkan dalam rangka usaha memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.

Perubahan tingkah laku manusia baru terjadi bilamana ia telah mengalami proses belajar dan pendidikan. Oleh karena itu, psikologi dakwah pun memperhatikan masalah pengembangan daya cipta, daya karsa dan rasa dalam proses penghayatan dan pengamalan ajaran agama.sedang factor belajar tersebut banyak dipengaruhi factor situasi dan kondisi kehidupan psikologis yang melingkupi manusia itu sendiri.

Dengan memperhatikan factor-faktor perkembangan psikologis beserta cirri-cirinya maka pesan dakwah yang disampaikan oleh juru dakwah akan dapat meresap dengan suka rela serta dengan keyakinan sepenuhnya, karena hal tersebut benar-benar dapat menyentuh serta memuaskan akan kebutuhan hidup rohaniahnya. Dengan penyampaian dakwah menggunakan pendekatan psikologis, yakni sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan jiwa mad’u, sesuai dengan cara berfikir dan cara merasa mad’u, maka pesan dakwah pun akan mudah dipahami oleh si penerima pesan.

Akan tetapi melalui komunikasi dakwah yang terus menerus betapapun hasilnya da’I dan mad’u sekurang-kurangnya dapat memetik tiga hal:

1. Menemukan dirinya. Misalkan, seorang da’I yang dekat dengan elit kekuasaan, ia pun tahu siapa dirinya dan apa yang harus dilakukan agar ia tetap dapat berperan dalam posisinya sebagai da’I tanpa harus menjadi munafik.

2. Mengembangkan konsep diri. Konsep diri ialah pandangan dan perasaan seseorang tentang diri sendiri. konsep diri dipengaruhi oleh orang lain, misalnya pujian atau cacian orang.

3. Menetapkan hubungan dengan dunia sekitar. Pengalaman berkomunikasi dengan aneka respon dapat dijadikan pijakan oleh da’I untuk menetapkan hubungan dirinya dengan dunia sekitarnya, apakah dalam berhubungan dengan masyarakat akan menggunakan model autoplastis, yakni ia menyesuaikan dirinya dengan orang lain, ikut arus masyarakat, atau model alloplastis, yakni masyarakatlah yang harus menyesuaikan dengan dirinya.


3. Hubungan psikologi dakwah dengan ilmu komunikasi 

=> Dalam teori komunikasi yang telah kita ketahui, proses komunikasi dikatakan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh pihak komunikator tertangkap dengan baik oleh pihak komunikan.

 Dan dalam artikel ini kita akan membahas mengenai hubungan ilmu komunikasi dengan ilmu dakwah, yaitu sebagai berikut :

  1. Dakwah merupakan salah satu bentuk komunikasi

Memperhatikan bagaimana proses dalam dakwah, dengan mudah kita dapat melihat bahwa dakwah merupakan suatu bentuk komunikasi. Menurut teori komunikasi, komunikasi adalah penyampaian informasi dari satu pihak dengan pihak lain dengan tujuan agar pihak komunikan memiliki cara pandang yang sama dengan komunikator

  1. Dakwah bertujuan untuk memberi informasi, mendidik, dan mempengaruhi

Komunikasi bertujuan untuk beberapa hal, diantaranya adalah memberikan informasi, mendidik, dan mempengaruhi. Dalam dakwah memiliki ketiga tujuan tersebut.

Dakwah menyebarluaskan kebenaran mengenai ajaran Islam. Dakwah mendidik manusia agar menjadi umat yang beriman. Dakwah juga mempengaruhi para audiens untuk percaya kepada ajaran Islam. Dengan ketiga tujuan yang dimiliki dakwah, maka dakwah merupakan bentuk komunikasi yang memiliki fokus khusus yaitu mengenai ajaran Islam.

  1. Dakwah memerlukan media komunikasi

Dakwah dan ilmu komunikasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Untuk menyelenggarakan dakwah dibutuhkan media sebagai perantara informasi dari pihak komunikator terhadap komunikan. Oleh karena itu, media merupakan aspek yang sangat penting dalam dakwah.

  1. Dakwah memperluas area ilmu komunikasi

Secara tidak langsung, dakwah berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi. Perkembangan ilmu komunikasi memperluas ruang gerak dari proses dakwah.

  1. Karakteristik dalam komunikasi dakwah

Baik komunikasi secara umum maupun dakwah dalam ajaran Islam dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Untuk komunikasi tidak langsung dakwah dapat dilakukan dengan komunikasi verbal maupun komunikasi non-verbal.

  1. Bentuk-bentuk komunikasi dakwah

Ada lima bentuk komunikasi dakwah yang biasa kita jumpai. Pertama adalah dakwah yang paling terlihat, yaitu dakwah Bil-Lisan.


Sumber - sumber :

https://pakarkomunikasi.com/hubungan-ilmu-komunikasi-dengan-ilmu-dakwah/amp

https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/hikmah/article/download/401/270

https://www.kompasiana.com/amp/sangpermata/pengertian-dan-ruang-lingkup-psikologi-dakwah_551021bd813311d738bc617d







Komentar

Postingan populer dari blog ini

MY BIODATA

Hubungan psikologi dakwah dengan ilmu-ilmu lain